Akhlakmu adalah Cerminan Nasibmu

Pada khutbah idul fitri tempo hari sang khotib menyampaiakan bahwa ada empat hal yang harus dirubah oleh diri kita sendiri agar hidup kita semakin dekat dengan Allah dan nasib hidup kita juga bisa selalu beruntung karena selalu dekat dengan Allah di manapun kita berada. Empat hal itu adalah mindset atau pola pikir, perkataan, perbuatan dan karakter atau akhlak.

Hal yang paling pertama dan mendasar yang harus kita rubah adalah pola pikir. Pola pikir sangat menentukan bagaimana cara kita bersikap dalam menghadapi sebuah masalah. Pola pikir memgang peran yang sangat penting dalam setiap sendi kehidupan kita bahkan bisa membuat seseorang memilih untuk berhenti untuk hidup meski dia telah memiliki segalanya. Apabila seseorang sudah memiliki pola pikir yang tidak benar maka akan sulit untuk diarahkan meski sudah dinasehati sedemikan rupa.

Kemudian yang kedua adalah perkataan. Perkataan dalam hal ini bisa perkataan dalam pikiran kita maupun perkataan di luar diri kita. Kita lihat dari perkataan yang di luar diri kita yaitu perkataan kita dengan orang lain. Jika kita mempunyai perkataan yang lemah lembut, penuh pengertian, mengandung nasehat-nasehat yang menentramkan hati maka bisa dipastikan dalam kehidupan berteman dan bertetangga maka akan rukun dnegan teman dengan tetangga. Akan tetapi jika omongan kita judes, pedes, tajem, menohok, maka dapat dipastikan pula kita akan sering berantem dengan orang-orang sekitar kita.

Dalam sebuah hadist Rasulullah pernah menerangkan bahwa seorang muslim adalah seseorang yang dapat membuat orang lain selamat dari tangan dan mulutnya. Mengingat perkembangan teknologi yang pesat akhir-akhir ini maka pengertian selamat dari tangan tidak hanya diartikan tidak mencuri atau jahil melainkan juga selamat dari perkataan-perkataan yang tertulis (baca: Chat). Luar biasa kan ? 1400 tahun yang lalu nabi bisa memberikan penjelasan tentang chat yang baru akhir-akhir ini muncul di kehidupan manusia.

Poin yang ketiga adalah perbuatan. Perbuatan ini memiliki korespondensi langsung dengan perkataan. Apa yang kita katakan akan kita lakukan. Contohnya ketika kita memaki orang lain maka perbuatan kita yang mengiringi pasti selaras dengan tujuan pemakian kita terhadap orang itu. Jadi, Jaga perbuatan kita seklaigus jaga perkataan kita.

Hal terakhir adalah karakter. Karekter sendiri adalah hasil akhir dari pola pikir berkolaborasi dengan perkataan dan perbuatan. DAlam sebuah penelitian karakter juga merupakan penentu baik-buruknya nasib kita. Jadi, Firman Allah yang menyatakan bahwa Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelaum kaum itu merubah sendiri keadaannya adalah memang benar adanya dan Allah tidak aan berbohong dan setiap firman-Nya adalah sebuah kebenaran yang PASTI.

Secara pribadi aku sangat terkesan dengan materi khutbah ini karena aku merasakan langsung apa yang sang khatib sampaikan selam 17 tahun hidupku di dunia ini. Ambil contoh yang sederhana dan paling baru aku rasakan adalah kelulusanku dari MAN Insan Cendekia Serpong. 

Alkisah, pada semester 1 di tahun pertamaku di seolah ini aku begitu tertekan melihat hasil ujian matematikaku khususnya dan ujian mapel-mapel lainnya pada umumnya. Aku masih ingat ketika UTS pertama aku menangis sembunyi-sembunyi  di kamar 311 I karena sedih melihat nilai matematikaku yang hanya 64 dan tidak lulus. Aku takut aku tidak bisa melanjutkan pendidikanku di tempat ini. Alhamdulillah Allah memberikanku hidayah bahwa masih banyak teman-teman lain yang juga mengalami nasib sama denganku bahkan ada yang lebih parah maka dengan itu aku bisa bersyukur dan bertekad utuk berusaha lebih giat lagi. Aku memotivasi diriku sendiri dengan mengatakan pada diriku bahwa aku bisa dan aku harus bisa bertahan entah bagaimanapun caranya. Aku belajar dengan giat dan menjadi anak rajin yang berusaha menggunakan waktuku sebaik-baiknya tanpa mebuangnya sedikitpun.

Aku memanfaatkan setiap kesempatan yang aku punya ntuk belajar...belajar... dan belajar... demi mempertahankan kehadiranku di tempat itu. Aku juga harus meluangkan waktu yang tidak sedikit untuk mempersiapkan acara pertama yang aku gawangi. Oh sungguh padat rasanya tapi ketika aku ikhlas menjalannya sepenuh hati maka sekana-akan biasa saja dan mengalir begitu saja. Akhirnya Allah menjawab doaku dan keyakinanku saat pertama kali masuk ke tempat ini pada tanggal 29 juni 2014 yang terekam dalam foto berikut.

Presentase keaykinan untuk lulus dari MAN Insan Cendekia Serpong


Lihatlah bagaimana 4 hal di atas bekerja begitu mengesankan dalam kehidupanku yang biasa ini. Allah menentukan nasib yang indah untukku yakni diwisuda tanggal 13 Mei 2017 lalu dari tempat yang awalanya aku merasa begitu berat untuk bertahan. Alhamdulillah 'Ala Kulli Hal.

Posting Komentar

Start typing and press Enter to search