Mau Wisuda yang Seperti Apa ?

Semua yang bermula pasti akan berakhir. Begitu juga dengan bangku perkuliahan yang sedang aku nikamati saat ini. Tanpa menafikan adanya kematian yang mendadak kucoba untuk berangan, berimajinasi dan berenung sejenak tentang salah satu cuplikan kehidupanku di masa nanti. Iya saat aku diwisuda sarjana 3 tahun lagi (?). Berhubung 11 Maret 2018 lalu ITS telah mengadakan wisuda ke-117 dan aku seperti maba-maba dan adik tingkat yang lain membuat acara Syukuran Wisuda departemen (jurusan) masing-masing untuk kakak-kakak kami yang baru saja diwisuda.

Kumulai dari hal yang sederhana yakni mimpi. Sebuah angan tentang akan seperti apa wisudaku nanti? Apakah aku diwisuda dengan segudang prestasi atau tanpa prestasi, dengan sederet jabatan dan tanggung jawab yang harus aku tinggalkan karena status mahasiswa telah lepas dari diriku atau hanya membawa jabatan mahasiswa saja, dengan bebebrapa kali international excursion atau hanya national bahkan mungkin regional keputih (kecamatan) excursion?.

Tentu saja seorang jiul pasti memilih yang pilihan pertama untuk ketiga perbandingan tersebut. Namun, aku bertanya lagi dan menganalisis apakah kelakuanku selaras dengan pilihanku tersebut? Dan jawabnya (ah kalian pasti mudah menebaknya) iya masih jauh dari selaras bahkan mungkin menyimpang wkwk. Tak da yang perlu disesalkan bukan dari masa lalu kita? toh itu semua sudah terjadi. Tak ada gunanya menyalahkan hal-hal yang diluar kendali kita meskipun memang itulah penyebab kegagalan kita.

Yang unik adalah kita tidak bisa mengendalikan apa-apa yang terjadi kepada hidup kita NAMUN kita bisa mengendalikan respon kita terhadapanya secara kendali penuh alias totally under control. Mau seantero jagat raya menghujat kita, mau teman-teman kita mengejek atau merendahkan atau mengkhianati kalo kita tidak mengijinkan mereka merusak perasaan kita maka tidak akan ada dampaknya kepada hidup kita. Hal ini mungkin lebih mudah dikata masa bodoh. Iya kadang masa bodoh memang kita perlukan dan tentu saja pada keadaan dan kondisi yang tepat.

Aku bertanya lebih dalam kepada aku sendiri. Apa yang benar-benar kamu ingin dapat? Pekerjaan yang keren kah? Ilmu yang tingkat tinggi kah? Harta yang melimpah kah? Popularitas yang tinggi kah? atau apa?. Dan aku bingung atau lebih tepatnya takut menyatakannya. Aku takut dibilang matrealistisis tapi juga tidak mau dibilang utopis. Aku mau jadi optimis realistis.

DAn sampai sekarang aku belum mantap pakah jawabannya. Aku hanya bisa "agak" mantap tentang tujuan jangka pendekku saja semisal semester ini apa yang mau aku lakuin dan fokusin. Meskipun aku sadar tujuan jangka panjang (final destination) itu sangat penting tapi aku gak tau mau apa. Aku hanya bisa bersandar pada prinsip yang pernah aku baca teorinya yakni mendapat ridha Allah SWT. 

Apa aku tau ridha-Nya itu apa? hmm entahlah i am not sure dude... tapi kalo kalian ada referensi bagus boleh lah berbagi ya he..he.. ya definisi dangkalku dan sesimpelnya menurutku sih keridhana atau kesenangan (hmm bingung bahasainnya gimana) adalah dengan memuat yang punya ridha senang. Gimana? ya dengan nurutin Dia lah. Kalo nurut kepada perintah pasti dong yang merintah senang. Nah maslaahnya aku belum nemu jalan yang aku mau ambil buat wujudin kalo aku nurut sama perintah-Nya dalam artian kontribusiku terhadap cahaya yang Ia turunkan kepada umat manusia ini.

Tuh kan nyasara kemana-mana he..he.. oke balik ke tema wisuda. Aku mau wisuda seperti apa nantinya? kalian mau wisuda seperi apa nantinya? Karena 5 tahun lagi kita akan sesuai dengan apa yang kita baca, lakukan dan geluti saat ini. So don't waste our time guys. Semangat Bermanfaat.

23.15
Seorang yang suka nulis (?)

HEX => 80/69/82/73/78/68/85

Oh iya ini ada beberapa momen yang aku abadikan waktu syukuran wisuda



Posting Komentar

Start typing and press Enter to search