Idul Fitri 1538H :: Momentum Menjadi Dewasa



Hari raya 'Idul Fitri. Sebuah hari yang penuh suka cita bagi kaum muslimin Indonesia setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan meski ada saja sebagian oknum yang dengan sadar enggan melaksanakan salah satu dari rukun Islam ini. Hari ini juga bertepatan dengan tahun ajaran baru alias waktunya untuk para pelajar memasuki tingkat pendidikan yang baru, tentu saja bagi mereka yang lulus untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan yang tidak lulus, mereka memilih mengulang atau hal lainnya yang mereka jadikan pilihan hidup mereka.

Secara pribadi, hari raya bagiku adalah sebuah hari dimana terdapat tanda waktu untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya. Kurang lebih enam tahun lalu ketika bulan Ramadhan kenaikan kelas delapan SMP, aku sedang sibuk-sibuknya mempelajari pelajaran Fisika kelas tujuh hingga sembilan dalam waktu tiga minggu. Tentu saja aku melakukannya dengan bantuan mentor dari Abi. Abi dengan semangatnya mengingat-ingat materi yang sudah puluhan tahun yang lalu beliau dapat agar bisa menjelaskannya kembali kepadaku.

Sungguh bukan sebuah perjuangan mudah untuk menghabiskan materi tiga tahun hanya dalam waktu tiga minggu. Namun, dengan dorongan yang kuat dari Abi dan keinginan pribadi untuk menjuarai lomba-lomba dalam rangka mewujudkan cita-cita menuju sekolah idaman serta diiringi terkantuk-kantuk saat belajar hingga larut maka semua itu alhamdulillah bisa dilalui dan menjadi bekal yang lumayan untuk mengasah kemampuan di bidang Fisika SMP.

Tidak tanggung-tanggung selam tiga minggu itu abi membatkanku catatan khusus dalam sebuah bukuu yang isinya rumus-rumus dan penjelasan singkat agar setiap mau tidur bia aku baca dan menempel kuat dalam memoriku. Meskipun hingga lulus SMP tidak satupun kejuaraan yang aku juarai, aku berhasil menuju sekolah impianku dan lulus sebagai alumni sekolah hebat itu. Alhamdulillah. Ramadhan kenaikan kelas 9 aku masih sibuk untuk mempersiapkan lomba-lombaku karena sampai saat itu belum satupun yang aku juarai dan semakin cemas tentang perwujudan cita-citaku melanjutkan ke sekolah idaman.

Ramadhan kenaikan kelas 10 atau 1435 H mungkin Ramadhan yang relatif lebih bahagia dari tahun-tahun sebelumnya. Mengapa? Karena tepat pada 29 Juni 2014 atau 1 Ramadhan 1435 H aku dan Abi tiba di stasiun Jatinegara untuk mengantarkanku ke sekolah impian. Ya, dengan izin-Nya aku diterima di sekolah yang aku impikan tiga tahun lamanya. Ramadhan ini juga diisi dengan matrikulasi dan pertemuan dengan kawan-kawan baru para murid pilihan dari seantero indonesia raya yang terpilih untuk menjadi siswa-siswi angkatan 20 MAN Insan Cendekia Serpong.

Foto resmi angakatan yang pertama


Ramadhan 1435 H juga mengajarkanku banyak hal-hal baru. Mulai dari gaya bicara, karakter orang daerah selain Jawa Timur terkhusus anak-anak JABODETABEK karena mengingat di SMP aku juga punya teman dari Maluku, Ternate, Papua, Kalimantan, dll. Aku juga mulai menggunakan kosa kata khas mere yakni "LO-GUE" yang awalnya sangat tidak nyaman di lidah tapi lama-kelamaan biasa aja. Budaya-budaya IC yang berkesan banget islaminya bahkan lebih islami dari pondokku dulu. Aku juga menyimpulkan kalo memang IC ilmu agamnya tidak diperdalama namun implementasi dari ilmu agama yang dasar-dasar sangat terasa kental suasanany.

Ramadhan 1436 H alias kenaikan kelas 11 aku sambut dengan ikut menyemarakkan I-FUN 1436 H di bawah pimpinan AL-ustadz Zidnal Mafaz Al-hafidz. Dalam acara ini aku berperan sebagai panitia OC-CC dengan Amal dkk. Pada saat inilah aku sudah mulai longgar dari kesibukan sebagai acara ASTARA dan mulai merasa "kosong" alias hilang arah. Di bulan berkan tahun inilah aku memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai ketua OSIS yang sebelumnya nggak terbayang dalam benakku dengan niat untuk sedikit mengurasi "gesekan" yang aku khawatirkan timbul. Aku sibuk mempelajari buku revolusi berpikir karya Edward de Bono untuk mengasah kemampuanku dalam berdiskusi dan mencari solusi.
I-FUN 1436 H

Ramadhan 1437 H aku mulai santai lagi setelah I-CARE 2016 kelar dengan geilang meski masih ada kekurangan di sini-situ dan mulai mengucurkan sedikit dana kepada I-FUN 1437 H. Pada bulan ini aku menyibukkan diri dengan belajar bahasa inggris lebih tepatnya untuk persiapan tes IELTS yang aku perlukan untuk mendaftar Tohoku University di Sendai, Jepang. Aku punya cita-cita melanjutkan studi di sana dengan mengambil jurusan IMAC-U (International Mechanica and Aerospace Course Undergraduate) yang full beasiswa. Lagi-lagi aku sibuk untuk meng-upgrade diri yang banyak sekali kekuranganya daripada kelebihannya.

Sonic Linguistic dan I-CARE 2016


Ramadhan 1438 H (tahun ini) aku kembali disibukkan untuk mengejar ketertinggalanku di bidang teknik Informatika. Aku sibuk mempejari algoritma, dasar-dasar pemrograman, tipe data, runtutan, pemilihan , pengulangan, larik, matriks, fungsi, prosedur, dsb. agar aku siap tempur di lingkungan kampus. Oh iya, dalam Ramadhan ini aku mendapat kado istimewa dari Allah bukan sepeda motor baru, bukan hape baru, bukan baju baru, atau barang-barang lain yang baru melainkan diterimanya aku di ITS jurusan Teknik Informatika. 

Pada saat itu aku sudah bener2 pasrah entah akan ketrim atau tidak mngingat SBMPTN 2017 bagian IPA aku cuman jawab 20 soal dan ketika aku cocokin dengan kunjinya Nurul Fikri aku bener 11 tapi alhamdulillahnya aku nggak ada mapel yang nilai 0 ataupun minus meski biologi cuman jawab 2 bener 1. fyuh alhamdulillah.

Rezeki dari Allah Semata
Karena malam  ini malam 'Idul fitri dan berakhirnya Rmadahan maka sudah saatnya aku melanjutkan kembali langkah-langkahku untuk menjadi hamba-Nya yang berserah diri kepada-Nya dan menjadi manusia yang lebih baik dan terus lebih baik. insyaallah. Amin

Posting Komentar

Start typing and press Enter to search